Rabu, 11 Januari 2017

Job desc dan job spec public relation

Job Description Public Relation
  1. Melakukan perencanaan strategi tentang publisikasi dan kampanye.
  2. Mengorganisir acara promosi seperti konferensi pers, opendays, pameran, wisata dan kunjungan.
  3. Memberikan dan menyediakan data informasi tentang peluang promosi baru dan kampanye PR kepada klien.
  4. Merancang, menulis dan / atau memproduksi presentasi, siaran pers, artikel, leaflet, jurnal, laporan, brosur publisitas, informasi untuk situs web dan video promosi.
  5. Sebagai penghubung dengan klien, manajerial dan staf jurnalistik tentang anggaran, rentang waktu dan tujuan.

Job Specification Public Relation
  1. Memiliki keterampilan komunikasi yang baik baik lisan maupun tulisan.
  2. Memiliki keterampilan interpersonal yang sangat baik.
  3. Memiliki kemampuan presentasi.
  4. Berkemampuan untuk memprioritaskan dan merencanakan secara efektif

Sabtu, 07 Januari 2017

Tugas Psikologi Manajemen



      A.  Psikologi Manajemen
Psikologi Manajemen adalah suatu studi tentang tikah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi manajeman untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Manajemen sangat diperlukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan misalnya perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya, tanpa adanya manajemen tentu semua tidak akan berjalan dengan baik.

       B.   Organisasi
·      Menurut stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan orang-orang di bawah pengarahan manajer (pimpinan) untuk mengejar tujuan bersama.

·      Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

         C.   Aktivitas Sumber Daya Manusia (SDM)
            Aktivitas SDM adalah sebagai berikut:

1. Perencanaan dan Analisis SDM
Aktivitas perencanaan ini dilakukan untuk mengantisipasi kekuatan yang akan mempengaruhi pasokan dan permintaan akan tenaga kerja. Sedangkan, aktivitas analisis dan penilaian selektivitas SDM juga penting dilakukan sebagai bagian dari menjaga daya saing organisasi. Dukungan informasi akurat dan tepat waktu yang didapatkan dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ini.

2. Kesetaraan Kesempatan Bekerja
Kepatuhan pda hukum dan peraturan Kesetaraan Kesempatan Bekerja (Equal Employment Opportunity - EEO) mempengaruhi aktifitas SDM lainnya dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen SDM. Contohnya, perencanaan SDM harus memastikan sumber tenaga kerja yang bervariasi untuk memenuhi jumlah tenaga kerja yang ditetapkan oleh hukum dan peraturan. Selain itu, pada saat perekrutan, seleksi dan pelatihan, semua manajer harys mengerti peraturan ini.

3. Perekrutan/Staffing
Sasaran perekrutan adalah untuk menyediakan pasokan tenaga kerja yang cukup untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Dengan mengerti apa yang dilakukan oleh tenaga kerja, analisis perkerjaan (job analysis) adalah dasar dari fungsi perekrutan. Dari sini, uraian pekerjaan (job description) dan spesifikasi pekerjaan (job spesification), dapat dipersiapkan untuk proses perekrutan. Proses seleksi sangatlak menekankan pada pemilihan orang yang memenuhi kriteria persyaratan (qualified) untuk mengisi lowongan pekerjaan.


4. Pengembangan SDM
Pekerjaan pasti akan berevolusi dan berubah, karena itu diperlukan pelatihan yang berkesinambungan untuk tanggap pada perubahan teknologi. Pengembangan semua tenaga kerja, termasuk pengawas (supervisor) dan manajer, diperlukan iuntuk menyiapkan organisasi menghadap tantangan ke depan. Perencanaan Karir (Career Planning) mengidentifikasi jalur dan aktivitas setiap individu yang berkembang di suatu organisasi.

5. Kompensasi dan Keuntungan
Kompensasi diberikan pada tenaga kerja yang melakukan kerja organisasi seperti pembayaran (pay), insentif (incentive), dan keuntungan (benefits). Perusahaan harus mengembangkan dan selalu memperbaiki sistem upah dan gaji. Program insentif seperti pembagian keuntungan dan penghargaan atas produktivitas semakin banyak dilakukan. Peningkatan biaya pada keuntungan, contohnya pada keuntungan pemeliharaan kesehatan, selalu menjadi isu penting.

6. Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja
Kesehatan dan keselamatan fisik serta mental tenaga kerja adalah hal yang utama. Occupational Safety and Health Act (OSHA) atau Undang-Undang Keselamatan dan Kesehatan Kerja telah membuat organisasi lebih tanggap atas isu kesehatan dan keselamatan. Pertimbangan tradisional atas keselamatan kerja terfokus pada mengurangi atau menghapuskan kecelakaan kerja. Pertimbangan lain adalah pada isu kesehatan yang timbul pada lingkungan kerja yang berbahaya seperti resiko terkena bahan kimia atau teknologi baru. Keamanan tempat kerja juga semakin penting karena kekerasasn tidak jarang terjadi di sini.

7. Hubungan Tenaga Kerja dan Buruh / Manajemen
Hak-hak tenaga kerja harus diperhatikan, tidak peduli apakah ada atau tidak ada serikat tenaga kerja. Komunikasi dan pembaharuan kebijakan dan peraturan SDM sangat penting untuk dikembangkan sehingga manajer dan tenaga kerja tahu apa yang diharapkan dari mereka.


http://46indonesia.blogspot.co.id/2013/10/aktivitas-manajemen-sumber-daya-manusia.html
http://alfarizisalman34.blogspot.co.id/2016/09/psikologi-manajemen.html
https://dhiedotorg.wordpress.com/2011/09/25/pengertian-definisi-arti-organisasi-dan-unsur-unsurnya/

Kamis, 19 November 2015

Apa itu Tes Psikologi Online

Pada zaman ini atau era globalisasi penggunaan internet sudah menjadi hal yang sangat lungrah, mulai dari yang bermain game hingga mencari informasi dan juga berita-berita dunia. Banyak hal yang bisa kita temukan di internet seperti pekerjaan, pendidikan, bisnis, dan salah satunya adalah psikologi. Jika kita menyinggung kata psikologi salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah tes psikologi. Tes psikologi merupakan cara untuk mengetahui tentang diri kita dari kepribadian, bakat, kemampuan dan masih banyak lagi.

Tes psikologis merupakan alat / instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan potensial psikologis subyek(potential ability).   Potential ability subyek adalah kemampuan yang tidak nyata yang berperan menunjang  kemampuan nyata (actual ability). Contoh potential ability ialah,inteligensi (intelligence), bakat (aptitude), minat(attitude), kepribadian (personality),emosi (emotion), dan motivasi (motivation). 

Kemampuan nyata (actual ability) merupakan kemampuan yang menghasilkan suatu prestasi, seperti prestasi belajar, kinerja, karya seseorang dalam berbagai bidang (mekanik,seni,sastra,politik, bisnis, pendidikan, dan sebagainya).

Menurut Anastasi dan Urbina (1998:3) tes psikologis pada dasarnya adalah alat ukur yang obyektif dan dibakukan (distandarisasikan) atas sampel perilaku tertentu. Standarisasi mengimplikasikan keseragaman cara dalam penyelenggaraan dan penskoran tes. Dalam rangka menjamin keseragaman kondisi-kondisi testing, penyusun tes menyediakan petunjuk-petunjuk yang rinci bagi penyelenggaraan setiap tes yang baru dikembangkan.

Conbach (1984:26) menyatakan tidak ada definisi tes yang dianggap tuntas, melainkan para ahli mendefinisikan tes menurut cara pandangnya sendiri-sendiri.  Cronbach (1984:27) cenderung memberikan definisi tes psikologis sebagai suatu prosedur yang distandardisasikan (standardization of procedure) yang digunakan tester untuk mengukur kemampuan potensi subyek.   Dalam pandangan ini, prosedur (procedure) diartikan sebagai tata cara  yang spesifik dan konkrit.


Selasa, 03 November 2015

TRAVELLER KASKUS



“Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines, sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”
-Mark Twain-


Traveller Kaskus adalah sebuah komunitas online yang awalnya bertemu di sebuah forum, yaitu  Kaskus. Tepatnya pada tanggal 23 Januari 2012, TravellerKaskus dibentuk setelah beberapa pengguna kaskus tertarik/“enthusiast” yang sering melakukan perjalanan bersama membentuk sebuah microblog untuk memudahkan terjalinnya komunikasi antar pengguna media sosial dan juga sebagai tempat berbagi informasi untuk membantu para pejalan sebelum atau saat menjalankan petualangannya.

Seiring dengan berjalannya waktu, komunitas ini pun semakin lama semakin berkembang menjadi tempat diskusi dan berbagi para traveller tanah air. Selanjutnya, orientasi komunitas ini pun bukan hanya sekedar destinasi, tetapi juga untuk berdiskusi dan bercengkerama ke komunitas pariwisata lain. Karena bagi mereka, bukan hanya destinasi yang harus dikembangkan, namun juga komunitas.
Selain melakukan perjalanan, ada juga kegiatan lain yang biasa dilakukan seperti : "Lekong Ciin" (Traveller nongkrong cinta Indonesia) dan "Traveller Berbagi". kegiatan ini berdasarkan untuk  berbagi ke sesama dan bersenang-senang antar sesama traveller dan juga anak anak kurang mampu. 

Harapan dari forum ini adalah konsep pariwisata berkelanjutan (sjstainable tourism) dapat diterapkan dengan melibatkan seluruh stakeholder. diharapkan, masyarakat luas dapat memperoleh manfaatnya. kami percaya bahwa negeri yang kita cintai ini bisa maju melalui pariwisatanya, karena itulah kami konsisten menyebarkan informasi mengenai pariwisata di indonesia

Semoga apa yang dilakukan oleh komunitas ini tidak hanya menguntungkan untuk para traveler, namun juga menguntungkan bagi negeri yang kita cintai ini. karena Indonesia memiliki alam yang sangat luar biasa indah, bukan tidak mungkin negeri ini akan maju lewat pariwisatanya dan juga semoga pariwisata indonesia bisa menjadi go interational, lalu menjadi tempat wisata nomor satu di dunia.


“Once you travelled, the voyage never ends, but is played out over and over again in the quietest chambers. The mind can never break off from the journey.”
-Pat Conroy-


Rabu, 21 Oktober 2015

rangkuman jurnal "Hubungan Antara Kemampuan Sosialisasi Dengan Kecanduan Jejaring Sosial"

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN SOSIALISASI DENGAN KECANDUAN JEJARING SOSIAL
Heny Nurmandia, Denok Wigati, dan Luluk Masluchah Fakultas Psikologi Universitas Darul ‘Ulum Jombang

Pendahuluan
Sejarah perkembangan Internet merupakan modus baru dalam pendistribusian informasi dan ilmu pengetahuan. Akses kejaringan ini sedangmenjadi trendbagi masyarakat. Hal ini disebabkan begitu gencarnya pemberitahuan di media massa. Media ini masih akan terus berkembang pesat. Oleh karena itu, berbagai aspek yang menyangkut mengenai pengenalan sistem, pemanfaatan dan penguasaan teknologi ini sangat patut dipelajari dan dikembangkan terus. Jaringan internet telah dibangun lebih dari 10 tahun yang 108 Heny Nurmandia, Denok Wigati, Luluk Masluchah lalu dengan hanya berawal 4 buah komputer mainframe yang saling dihubungkan dengan tujuan unuk berbagi data. Pada awal tahun 80-an terdapat 213 host terdaftar. Tahun 1986, naik menjadi 2.308 host dan sekarang mencakup lebih dari 20-35 juta user. Di Indonesia sekitar 33 juta user (1997). Jaringan ini tumbuh subur secara acak denagn partisipasi luas dan merata sehingga seakan tidak ada yang mempunyai dan tidak ada yang bertanggung jawab.
Di zaman globalisasi saat ini perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) begitu cepat, apabila tidak bisa memanfaatkannya disebut orang yang ketinggalan zaman. Menurut (Main, 2008) teknologi informasi dapat diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi. Salah satu pemanfaatan TIK yang paling popular saat ini adalah internet. Dengan internet, pengguna dapat mengenal dan menjelajahi dunia, walaupun terkadang lebih dikenal dengan dunia maya. Melalui internet pengguna bisa menemukan atau mencari informasi apapun yang dibutuhkan, mulai dari informasi seseorang, perusahaan, pekerjaan, pemerintahan, pendidikan, biaya, music, gambar, film, berkomunikasi dengan video streaming, bahkan tindakan kejahatanpun bisa dilakukan di internet. Pemanfaatan internet decade terakhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan dan pergaulan sosial. Khusus mengenai jejaring sosial atau pertemanan melalui dunia internet, atau lebih dikenal dengan social network pertumbuhannya sangat mencengangkan.
Jejaring sosial adalah sebutan lain terhadap web community. jejaring sosial adalah tempat untuk para netter berkolaborasi dengan netter lainnya. Bentuk kalaborasi antara lain adalah saling bertukar pendapat atau komentar, mencari teman, saling mengirim email, saling member penilaian, saling bertukar file dan lain sebagainya. Intinya dari situs jejaring sosial adalah interaktifitas. Sekitar 5-10 persen orang yang mengakses internet diyakini mengidap candu. Mayoritas adalah mereka yang keranjingan game online. Mereka bisa menghabiskan waktu untuk nge-game berjam-jam tanpa makan dan minum, bahkan cenderung mengabaikan aspek lain dari kehidupan mereka sendiri.
Oleh karena itu Jejaring sosial memiliki dampak signifikan pada sosialisasi. Beberapa dari perubahan ini untuk lebih baik, beberapa lebih buruk. Dengan setiap perkembangan baru dalam setiap masyarakat selalu ada akan beberapa pengorbanan untuk memperoleh manfaat. Setiap anggota masyarakat harus secara individual memutuskan apakah atau tidak ini pengorbanan yang sepadan dengan biaya. Pengguna yang mengalami kecanduan internet kerap memutus komunikasi dengan keluarga dan teman sebaya di dunia nyata. Hal pertama yang dilakukan saat setelah bangun tidur adalah hidupkan komputer dan segera online.Banyak yang menyadari, pengguna yang mengabaikan aktifitas sosial dan kegiatan waktu luangnya. Tapi tidak mampu keluar dari jeratan dunia virtual. Pengguna tidak bisa lagi mengendalikan konsumsinya akan internet.

Kecanduan internet pertama kali ditemukan oleh seorang ahli jiwa bernama Ivan Goldberg. Jenis kecanduan internet ada tiga yaitu; bermain games yang berlebihan, kegemaran seksual dan e-mail/pesan teks (chatting). Sedangkan gejala-gejala kecanduan internet adalah sebagai berikut:
a.       Sering lupa waktu

  • Mengabaikan hal-hal yang mendasar saat mengakses internet terlalu lama. Orang yang kecanduan internet bisa tidak makan atau minum, lupa waktu sholat, belajar, sekolah atau bekerja.
  • Gejala menarik diri, Seperti merasa marah, tegang, atau depresi ketika internet tidak bisa diakses. Mereka akan bete, kesal bahkan stress jika tidak bisa online karena berbagai alasan.
  •  Sering berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan. Ini merupakan dampak negatif dari penggunaan Internet yang berkepanjangan. Gejala ini sama seperti gejala yang ada pada kecanduan narkoba.
  •  
     Kesimpulan Dan Saran
dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial. Sehingga remaja yang sosialisasinya rendah semakin sering menggunakan jejaring sosial karena itu sebagai pengalihan remaja dan dianggap sebagai hiburan bahkan rutinitas yang harus dilakukan tanpa ada yang terlewatkan. Kemampuan sosialisasi yang tinggi akan membuat remaja tidak sampai kecanduan jejaring sosial karena remaja akan lebih mementingkan sosialisasi secara nyata dari pada hanya didunia maya.


Saran untuk penelitian ini adalah searusnya peneliti hendaknya memperhatikan variabel-variabel lain, dan mengkaji reabilitas dari kriteria kecanduan jejaring sosial agar hasilnya lebih akurat. Mengingat semakin relevannya masalah kecanduan jaringan internet ini terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa di Indonesia karena maraknya dan semakin mudahnya akses internet bagi mereka, maka perlu dilakukan kajian yang lebih komprehensif terutama mengenai instrumen, determinan, dan dampak dari kecanduan jaringan internet terhadap kemampuan verbal. Dengan demikian dapat dikembangkan pelayanan yang lebih appropriate bagi pecandu internet di kalangan pelajar dan mahasiswa pada khususnya serta anggota masyarakat lain pada umumnya.

Sabtu, 03 Oktober 2015

social media yang sering digunakan dan dampak internet

Social media yang sering saya gunakan adalah:
-whatsapp
-line
-bbm
-twitter.com
-youtube.com

Dampak yang saya rasakan dari pemakaian internet adalah kebanyakan positif. saya jadi lebih cepat mendapatkan informasi dan juga lebih cepat dalam berkomunikasi dengan kerabat yang bertempat tinggal jauh.

Pemanfaatan Teknologi Internet Untuk Pertama Kali

      

Pertama kali saya menggunakan internet ketika saya duduk di kelas 5 sd ((Kalo ga salah)). jadi pada awalnya saya tidak tahu apa itu internet. tapi ketika orang tua saya membelikan saya sebuah komputer dan memasangkan internet saya diminta untuk membukanyaaa. dan yang pertama kali saya jelajahi di internet adalah google. disana saya mencari gambar-gambar mobil dan tokoh-tokoh anime kesukaan saya.
       Selain itu, setelah saya mengenal internet saya memakainya untuk berbagai hal lain. contohnya seperti membuat email. setelah saya memiliki email, saya belajar untuk mengirim pesan melalui email. Setelah saya memasuki SMP, saya mulai menggunakan internet untuk membuat akun akun sosial media, seperti friendster dan facebook. teman-teman saya juga memberitahu saya website untuk menonton video yaitu youtube.