Senin, 04 Mei 2015

ATM PORTABLE

Fungsi : Mempermudah dalam pengambilan uang atau transaksi.

Cara membuat : Sebuah dompet luar biasa yang dilengkapi chip yang tersambung dengan yang tersambung dengan Bank lewat jaringan wifi. dan dilengkapi dengan sensor mata sebagai penditect pengguna.

Cara kerja : Jika dompet tersebut telah terkoneksi/tersambung dengan Bank/ATM terdekat, dompet akan berbunyi sebagai pemberitahuan. lalu tinggal memvalidasi untuk mengambil sensor mata, agar dapat mengakses rekening , lalu tinggal berkata apa yg kita perlukan, alat harus ada teknologi memindahkan barang dengan cepat.

Pendekatan 4P dalam pengembangan kreativitas

Pribadi (person)
Saya ingin merapikan barang-barang yang ada di atas lemari saya yang sedikit berantakan

Press (pendorong)
Faktor yang mendorong saya melakukan hal ini adalah supaya lebih terlihat rapih dari sebelumnya

Process (proses)
Proses yang saya butuhkan untuk merealisasikan pemikiran saya adalah dengan menggunakan barang-barang yang bisa saya pakai untuk menaruh barang-barang di dalam satu tempat agar terlihat rapih.

Produk (product)
Product yang di hasilkan adalah dengan menggunakan kotak sepatu yang masih bagus lalu dibersihkan, maka itu bisa dipakai untuk meletakan barang-barang yang sedikit berserakan di dalam satu tempat.

Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan

Soal

  1. Anak laki-laki menunjukan kreativitas yang lebih besar daripada anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak?
  2. Anak dari kelompok ekonomi sosial yang bisa lebih tinggi cenderung lebih kreatif daripada anak yang berasal dari sosial ekonomi yang rendah?
  3. Anak dari berbagai dari urutan kelahiran menunjukkan tingkat kreativitas yang berbeda?
Jawaban
  1. Anak laki-laki menunjukan kreativitas yang lebih besar daripada anak perempuan. Teruama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Hal ini disebabkan karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kreativitasnya. Misalnya, anak laki-laki lebih ditekankan menjadi lebih mandiri dan mempunyai jiwa kepemimpinan daripada anak perempuan. Selain itu juga anak laki-laki cenderung mencari hal-hal baru dari lingkungan sekitarnya sehingga ia terkadang dapat mengembangkan hal-hal yang baru saja didapatkannya.
  2. Anak yang berasal dari kelompok sosial ekonomi tinggi lebih kreatif karena mereka lebih banyak mendapatkan faktor-faktor yang mendukung ide-ide mereka. Ruang lingkup anak dari sosial ekonomi tinggi lebih luas sehingga kreativitas-kreativitas untuk memecahkan masalah juga lebih berkembang. Sedangkan anak dari sosial ekonomi yang rendah cenderung lebih kreatif memecahkan masalah mereka sendiri karena keadaan yang mendesak.
  3. Anak sulung biasanya lebih merasakan tertekan karena merasa mempunyai tanggung jawab yang jauh lebih besar sehingga ia bisa menjadi lebih dewasa. Anak tengah biasanya lebih mandiri karena ia lebih bisa bersosialisasi dengan lingkungan luar dibandingkan dengan anak sulung. Sedangkan anak bungsu biasanya jauh lebih memiliki keinginan untuk diperhatikan dan ketergantungan dengan orang lain sehingga ia tidak sekreatif anak tengah

Senin, 09 Maret 2015

Kreativitas

Kreativitas:

Pribadi:  ingin membuat para anak muda didaerah saya menjadi lebih aktif dan bisa melakukan al positif dibandin hanya berdiam diri saja dirumah. Dengan cara saya mula membuat sebuah kegiatan yang memang diperuntukan untuk anak muda di lingkungan saya, misalnya saya akan membuat keguatan rutin setiap minggu pagi yaitu melakukn olahraga bersama seperti senam, futsal dan olah raga lainnya. Selain itu saya juga akan mengadakan kegiatan kerja bakti, hal ini dilakukan untuk membuat kesadaran para pemuda akan kebersihan.

Pendorong:  factor pendorang saya untuk melakukan kegiatan ini, karna saya suka melihat pemuda didaera lingkungn saya mulai tidak peduli dengan lingkungan mereka, lalu saya juga melihat anak pemuda sekarang itu lebih memilih gadget mereka disbanding kan arus berolahraga. Dan juga didaerah lingkungan saya juga sangat sedikit sekali tanaman, jadi membuatnya lingkungan ini menjadi lebih gersang dan kurang indah.

Proses:saya akan mulai mengumpulkan para pemuda dan mulai memerikan pengarahan dan sedikit informasi mengenai kegiatan yang akan kita laksanakan kedepannya. Saya akan memberikan mereka sebuah kegiatan yang bias membuat mereka menjadi have fun dalam melakukan kegiatan tersebut. Dan setelah itu saya akan meminta mereka untuk mengadakan iuran. Iuran ini nantinya akan digunakan untuk melukan kegiatan kita nanti.


Produk:  hasilya setelah kita sudah menjalankan kegiatan tersebut secara rutin. Anak pemuda dilingkungan saya menjadi lebih peduli kdp lingkugan mereka sendiri. Dan selain itu karna kegiatan kita rutin melakukan kegiatan bermain futsal dan latihan, mereka bias mendapatkan piala dri lomba yg mereka ikuti. Lalu selain itu dengan kegiatan mereka melakukan kerj bakti dan gerakan menanam 5 tanaman satu rumah. Lingkungan mereka pun menjadi lingkungan hijau(go green) dan membuat lingkungan tsb menjadi lebih indah untuk dilhat dan ditinggali.

Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan

Soal

  1. Anak laki-laki menunjukan kreativitas yang lebih besar daripada anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak?
  2. Anak dari kelompok ekonomi sosial yang bisa lebih tinggi cenderung lebih kreatif daripada anak yang berasal dari sosial ekonomi yang rendah?
  3. Anak dari berbagai dari urutan kelahiran menunjukkan tingkat kreativitas yang berbeda?
Jawaban
  1. Anak laki-laki menunjukan kreativitas yang lebih besar daripada anak perempuan. Teruama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Hal ini disebabkan karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kreativitasnya. Misalnya, anak laki-laki lebih ditekankan menjadi lebih mandiri dan mempunyai jiwa kepemimpinan daripada anak perempuan. Selain itu juga anak laki-laki cenderung mencari hal-hal baru dari lingkungan sekitarnya sehingga ia terkadang dapat mengembangkan hal-hal yang baru saja didapatkannya.
  2. Anak yang berasal dari kelompok sosial ekonomi tinggi lebih kreatif karena mereka lebih banyak mendapatkan faktor-faktor yang mendukung ide-ide mereka. Ruang lingkup anak dari sosial ekonomi tinggi lebih luas sehingga kreativitas-kreativitas untuk memecahkan masalah juga lebih berkembang. Sedangkan anak dari sosial ekonomi yang rendah cenderung lebih kreatif memecahkan masalah mereka sendiri karena keadaan yang mendesak.
  3. Anak sulung biasanya lebih merasakan tertekan karena merasa mempunyai tanggung jawab yang jauh lebih besar sehingga ia bisa menjadi lebih dewasa. Anak tengah biasanya lebih mandiri karena ia lebih bisa bersosialisasi dengan lingkungan luar dibandingkan dengan anak sulung. Sedangkan anak bungsu biasanya jauh lebih memiliki keinginan untuk diperhatikan dan ketergantungan dengan orang lain sehingga ia tidak sekreatif anak tengah.

Senin, 08 Desember 2014

REPORTASE

RIBUAN MAHASISWA DEMO TOLAK KENAIKAN BBM




Jakarta, Sebanyak 2000 orang akan melakukan aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Salemba UI, Jakarta, Rabu (26/11/2014). Aksi yang digagas oleh Pusat Perlawanan Rakyat Indonesia (PPRI) ini juga menolak upah murah, penggusuran tanah rakyat, melawan refresifitas, mafia migas dan liberisasi ekonomi negara.

"2000 orang AYO HADIR & MELAWAN. Hentikan Sistem Penindasan rakyat, Hentikan Rezim Penindas!, " ungkap para Pendemo, di Jakarta, Rabu (26/11/2014).

PPRI mengklaim, aksi ini diikuti serentak di 60 Kota/Kabupaten dan terkonsentrasi di Salemba, Jakarta Pusat.

Adapun organisasi yang akan beraksi di antaranya, Aliasnsi Mahasiswa Indonesia (AMI) terdiri dari SEMAR UI,FORMASI IISIP, GUNADARMA, UHAMKA, UIN, UP, UNAS, PARAMADINA, UBK, TRISAKTI, APP, UNISMA Bekasi, UNTIRTA, KP FMK, PEMBEBASAN, LMND, FORMAD, FMN dan SMI, dan KANITA IISIP.

Selain itu juga turut bergabung dalam aksi tersebut, yakni FPBI, SBTPI, SGBN, KSN, SBMI, SPRI, KPOP, FBLP, POLITIK RAKYAT, PRP, KPO-PRP, KPRI, KOMUNITAS RAKYAT TANPA PARTAI, PPI, Soban, KPBI, GKRI, SBMI, CSN, LBH JAKARTA, FRONJAK, KOM. HONGKONG, dan AMPERA KBM-JAKARTA. 

Minggu, 07 Desember 2014

OPINI

STOP BULLYING



Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai mahkluk sosial, manusia pasti berinteraksi sosial dengan manusia lainnya. Adapun arti dari kata interaksi sosial itu sendiri menurut Maryati dan Suryawati (2003) adalah kontak atau hubungan timbal balik atau interstimulasi dan respons antar individu, antar kelompok atau antar individu dan kelompok. Berdasarkan teori di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam interaksi sosial, terdapat suatu keadaan di mana terjadi kontak antara satu individu dengan individu lainnya yang mana terbagi menjadi tiga macam; antar individu, antar kelompok, dan antar individu dan kelompok. Interaksi sosial juga tidak mengenal batasan. Sejak lahir, manusia telah memulai proses interaksi sosial, yaitu antara bayi dengan ibunya. Semakin ia bertumbuh dewasa, maka proses interaksi sosial semakin berkembang dan pihak yang terlibat di dalamnya pun semakin banyak, bukan hanya keluarga, namun juga teman. Bahkan, dalam perkembangannya, seringkali frekuensi dalam bergaul dengan teman lebih tinggi dari frekuensi bersosialisasi dengan keluarga itu sendiri. Umumnya fenomena ini terjadi di kalangan remaja. Ada beberapa alasan yang mendasarinya seperti karena teman lebih enak diajak ngobrol dibandingkan dengan keluarga, apalagi jika hal yang dibicarakan seputar pacar, sekolah dan lain sebagainya yang berkaitan erat dengan dunia remaja, selain itu juga persamaan usia di antara mereka juga menyebabkan tingginya frekuensi pergaulan dengan teman. Selain itu juga diyakini bahwa pergaulan dengan teman sebaya bisa menambah pengalaman, mengasah mentalitas dan psikologi, serta berbagi pengetahuan. Namun bukan berarti tidak ada hal yang patut diwaspadai dari hal tersebut, justru terdapat banyak hal yang harus dihindari, salah satunya adalahbullying.

Menurut Oxford Learner’s Pocket Dictionary, definisi dari kata bully adalah frighten or hurt a weaker person, apabila diterjemahkan berarti mengancam atau melukai orang yang lebih lemah. Atau dengan kata lain, segala perbuatan yang mengancam, melukai, dan merugikan orang lain bisa dikatakan sebagai bullying. Selain itu bullying juga bisa berwujud fisik, verbal, dan psikis. Bullying bisa terjadi dimana saja, tidak peduli itu di sekolah, kampus, atau tempat kerja. Contoh dari bullying sebenarnya tidak sulit ditemui dalam kehidupan sehari-hasi, misalnya dipalak uang saku oleh teman lain, diejek karena dianggap berpenampilan aneh, diteror dengan kata-kata yang tidak senonoh dan menyakiti hati, dan lain sebagainya. 


Bullying juga bisa dilakukan secara langsung maupun via media sosial. Sehingga, dalam beberapa kasus, bullying mungkin tidak berdampak langsung pada fisik dan materi seseorang, namun bisa berdampak pada psikologisnya, di mana dampaknya sangat berbahaya. Seperti halnya kasus bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa remaja di luar negeri yang disebabkan karena mereka dibully dengan kata-kata kasar dan tidak senonoh, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Bullying yang mereka dapatkan membuat mereka depresi. Apalagi mereka masih remaja di mana psikologis mereka masih labil dan rapuh, maka bunuh diri menjadi pilihan mereka. Selain hal tersebut, bullying juga bisa mengakibatkan depresi, penyendiri, merosotnya prestasi akademik, rasa rendah diri yang berlebihan, dan lain sebagainya. Dari dampak tersebut bisa dilihat bahwa bullying merupakan satu hal yang keberadaannya tidak bisa diremehkan begitu saja. Jika dibiarkan begitu saja, bukan tidak mungkin bullying akan semakin banyak memakan korban.                                       

Lalu, bagaimana cara yang jitu untuk mengatasi atau setidaknya meminimalisir praktek bullying yang terjadi?. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Pertama, ketika akan memasuki lingkungan yang cenderung baru, persiapkan mental dan psikologis, sehingga kita akan lebih siap menghadapi segala tekanan yang mungkin muncul. Kita tidak bisa memungkiri bahwa tidak akan mudah masuk ke dalam lingkungan yang baru dan masih asing untuk kita. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, karena itu menyiapkan mental dan psikis adalah salah satu cara yang terbaik. Kedua, tingkatkan kepercayaan diri dan berpikir positif. Ingat kita adalah makhluk spesial ciptaan Tuhan, sehingga Tuhan pasti menciptakan kita dengan berbagai tujuan salah satunya yaitu untuk menjadi pemenang, jadi jangan mau jika kita cuma dijadikan bahan bully, buktikan bahwa kita juga mempunyai kelebihan dan bakat yang bisa kita banggakan sehingga orang lain tidak bisa meremehkan dan memperlakukan kita dengan semena-mena. Akan tetapi, terlepas dari semua itu, sebagai makhluk Tuhan kita pasti mempunyai kekurangan. Dalam hal ini, kita tidak harus menyembunyikan kekurangan kita, justru itu akan menjadi nilai plus jika kita tahu cara menghadapinya. Ketiga, perbanyak teman dan relasi. Jadi jika ada pihak yang akan membully kita, mereka akan berpikir dua kali karena kita punya teman yang siap membantu kita. Terakhir, berperilaku baik dan sopan serta peduli pada sesama. Bagaimanapun juga, orang yang berperilaku baik dan sopan akan disenangi oleh orang lain. Semakin banyak orang yang menaruh simpati pada kita, maka semakin sedikit pula resiko kita untuk dibenci dan dibully orang lain. Namun setelah banyak orang yang menyukai kita, jangan malah berubah menjadi sombong, karena justru hal itu akan memberi celah bagi orang lain untuk mengejek dan membullly kita.


Kesimpulannya adalah, meskipun bullying sudah sangat merajalela di kehidupan sekitar, bukan tidak mungkin hal tersebut dapat diatasi, dengan melakukan hal-hal di atas. Karena sebagaimana halnya penyakit sosial, bullying pasti juga mempunyai cara penanganannya, tinggal bagaimana kita memposisikan diri untuk menangani bullying jika itu terjadi pada kita dan orang sekitar kita. Mulai sekarang, mari berpikir selangkah lebih maju dan katakan stop bullying sekarang juga!